Posts

Showing posts from July, 2010

Khutbah Rasulullah saw Menjelang Ramadhan

Sesudah menerima perintah ibadah puasa Ramadhan, Rasulullah saw berkhutbah di akhir bulan sya’ban kepada para sahabat-sahabatnya. Hadish ini berasal dari Salman Al Farisy ra dan diriwayatkan oleh Bukhari dalam sahihnya. Rasulullah saw bersabda, “Wahai manusia kalian akan dinaungi oleh bulan yang agung dan diberkahi. Bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang Allah jadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban dan qiyamu lail (ibadah sholat malam) pada malam harinya sebagai sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan dirinya dengan ibadah sunnah dalam bulan itu, maka ia seperti mengerjakan ibadah fardhu dibulan lainnya, dan barangsiapa yang mengerjakan ibadah fardhu pada bulan itu, maka ia seperti mengerjakan 70 ibadah fardhu pada bulan lainnya. Bulan itu adalah bulan penuh kesabaran, dan balasan sabar adalah surga. Bulan penuh dengan tolong menolong. Bulan ditambahkannya rezeki orang mukmin. Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa, maka...

Ikhlas karena Allah SWT

Allah SWT berfirman, Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (QS Al An’aam [6]:162-163) Seorang teman berkata ketika sedang mengerjakan ibadah umroh pada bulan ramadhan beberapa tahun yang lalu, “Begitu banyaknya hamba Allah yang mengharap akan ibadah mereka diterima disisi Allah SWT. Apakah semua ibadah mereka akan diterima sisi-Nya?" Hamba itu hanya terdiam, pertanyaan yang serupa itu pun terlintas dalam pikirannya. Ia melihat beribu-ribu orang yang sedang beribadah saat itu di Masjidil Haram. Mereka berusaha mengetuk pintu rahmat Allah dengan berbagai cara, ada yang berthawaf, sa’i, membaca Al Quran, mengerjakan sholat sunnat dan bermunajat kepada Allah SWT. Tapi adakah dari mereka mengetuk pintu rahmat Allah itu dengan segala kerendahan hati sebagai seorang hamba? Ikhlas...

KEGAGALAN TERBURUK

"BENTUK TERBURUK DALAM KEGAGALAN ADALAH KEGAGALAN UNTUK MENCOBA" Kalimat motivatif diatas dapat kita lihat di buku motivator asal Malaysia, Billi P.S. Lim. Buku ini menarik. Gaya bahasanya enak, populis, dan menyentuh kesadaran. Kegagalan terburuk, kata kalimat di atas, adalah gagal mencoba. Artinya, kalau seseorang sudah mencoba, kemudian gagal, se-nggak2nya, itu masih mendingan. Yang gawat kalau, seseorang udah gagal di bagian start: GAGAL MENCOBA. Gagal Mencoba bisa berlaku dalam banyak hal. Di Ramadhan, kita sudah azzamkan dalam diri, "Aku harus khatam, minimal SATU JUZ!" Kita pun mencobanya. Tapi, masih belum kesampean juga. Nah, itu masih mendingan (karena sudah mencoba). Yang gawat kita berpikir, "Waduh, 30 JUZ bo! Banyak banget!" Jadi, ngelihatnya 30 juz-nya, bukan dilihat dari waktu sebulan yang sebenarnya kalau bacaannya dicicil tiap hari, bisa juga nantinya. Dari Ibnu Abbas r.a., beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah sa...